Tafakuri Alam Lewat Momiji

Cuaca pada pagi itu sangat cerah dibanding beberapa waktu yang lalu. Namun, rasa dingin cukup menusuk, walau sebenarnya musim dingin belum bermula. Di depan sebuah stasiun telah berkumpul kerumunan massa yang kelihatan “aneh” dibanding keramaian orang di stasiun tersebut. Mereka adalah masyarakat muslim Indonesia di Jepang yang kebanyakan mahasiswa. Menjelang pukul 10, orang-orang yang dianggap “aneh” itu semakin banyak jumlahnya. Sekitar 60 an orang telah terkumpul di Stasiun Takaosanguchi.

Dok: Pribadi
Dok: Pribadi

Continue reading “Tafakuri Alam Lewat Momiji”

Celana 2000 Yen

Sebagian kawan mungkin bertanya, apa lagi ini? Hmm, entahlah. Mungkin saya rindu dengan bangsa tercinta. Saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk belajar, yang mungkin hanya untuk kepentingan pribadi, sehingga terlalu lama bisa belajar mencintai negeri. Tapi setidaknya saya selalu mencari cara untuk mencintai bangsa, walau hal itu sangat sulit dilakukan. Mengapa?

Kawan lihatlah bangsa kita kini. Apa yang kawan lihat? Apa yang kawan rasakan? Samakah dengan yang saya lihat? Samakah dengan yang saya rasakan? Atau sama sekali tak terlihat? Atau sama sekali tak terasa apa pun? Kalau dua terakhir ini yang kawan alami, hmm, saya benar-benar tak mengerti mengapa bisa terjadi. Tapi di hati kecil saya bertanya, “mungkinkah ibu pertiwi telah gagal mendidik putra-putri penerus?”

Sumber: Internet
Sumber: Internet

Continue reading “Celana 2000 Yen”