Catatan perjalanan haji: Persiapan diri dan hati (Bagian 3)

Setelah kita memilih travel agency, yang turut membantu terwujudnya niat kita melaksanakan ibadah haji, ada hal penting lain yang harus kita lakukan, yaitu mempersiapkan diri dan juga hati. Kenapa hati juga penting? Nanti akan saya liatkan contoh real bergunanya menjaga hati sejak dini pada tulisan selanjutnya.

Hal penting yang menjadi perhatian kita dalam mempersiapkan diri ini adalah dalam menghadapi situasi yang cukup ekstrem di Saudi. Hingga 2 tahun ke depan kemungkinan pelaksanaan musim haji berlangsung di musim panas. Bagi yang tidak terbiasa atau tidak suka dengan musim panas di Jepang, maka mulai biasakan lah dan suka lah. Karena panas nya di sana melebihi panasnya saat kita berada di wilayah Indonesia mana pun. Pernah suhu di Makkah mencapai 50 oC. Beneran? Bener. Selain itu juga perlu mempersiapkan diri untuk berbagai keperluan menghadapi situasi serba baru yang boleh dibilang deg deg ssuuurr, terutama bagi yang pertama kali berhaji. Semoga tulisan ini mampu menjadi informasi bagi siapa saja yang ingin berhaji untuk pertama kali.

Yang pertama dan utama harus kita siapkan untuk berhaji adalah ilmu yang cukup tentang ibadah haji dan umrah. Hal ini dikarenakan tanpa adanya ilmu, kita agak kesulitan untuk mempersiapkan hal-hal penting lainnya. Berikut ini saya lampirkan ringkasan rangkaian pelaksanaan ibadah haji yang dibuat oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang pada pelaksanaan manasik haji tahun lalu.haj1020

haj2021Gambar pertama menjelaskan tentang skema ibadah haji, dimana kebanyakan jamaah haji memilih Haji Tamattu (umrah terlebih dahulu, baru setelahnya haji), termasuk seluruh travel agency dari Jepang. Hal ini dikarenakan alasan lebih ringan dan memudahkan jamaah haji. Namun ada konsekuensi yang harus dipenuhi jika memilih haji ini, yaitu diwajibkan membayar denda (dam) dengan menyembelih seekor kambing atau jika tidak mampu berpuasa selama 10 hari (3 hari selama haji dan 7 hari setelah kembali dari Saudi). Nah, ini yang membedakan antar travel agency pada tahun lalu. Tahun lalu, denda ini sudah termasuk dalam paket yang ditawarkan oleh Mian.

Setelah itu bisa juga dibaca skema lanjutan jika memilih haji Tamattu. Dari masing-masing skema itu bisa dilihat apa saja yang harus disiapkan. Pun juga pada gambar yang kedua tentang catatan-catatan yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan ibadah haji. Mulai dari rukun haji hingga thawaf wada dijelaskan secara ringkas. Namun ada beberapa informasi yang tidak termuat di dalam gambar tersebut yang harus kita ketahui dengan bisa bertanya ke ustadz atau membaca buku panduan haji dan umrah. Di antara hal penting yang harus diketahui adalah hal-hal yang dilarang selama ihram, sehingga perlu saya jelaskan secara singkat perihal larangan ini, yaitu: mencukur rambut, memotong kuku, menutup kepala dengan kain yang melekat ke kepala (untuk lelaki), memakai penutup wajah atau cadar, memakai pakaian berjahit (untuk lelaki), membunuh hewan buruan darat, aqad nikah, jima atau sesuatu yang mengantarkannya, serta bertengkar atau berdebat.

Nah, dengan kita mengetahui tentang ilmu pelaksanaan haji, kita setidaknya mulai bisa mempersiapkan diri dari sekarang untuk hal-hal lainnya. Berikut akan saya bagi menjadi tiga bagian persiapan penting yang saya anggap penting, yaitu: persiapan fisik, persiapan barang-barang yang akan dibawa, serta persiapan batin (baca: hati).

Persiapan fisik

Ini menjadi penting untuk kita persiapkan sejak jauh-jauh hari, sebagai bentuk ikhtiar kita menjadi tamu Allah nanti. Situasi di sana sangat jauh sekali dengan Jepang, juga daerah-daerah di Indonesia. Seperti yang telah saya sebutkan tadi, suhunya sangat ekstrim. Pernah suatu kali suhunya sekitar 45 oC, ada rasa senang saat itu, karena lebih “adem” dibanding hari-hari sebelumnya. Perlu stamina yang prima untuk menghadapi situasi ini.

Serta persiapan fisik ini juga penting untuk menghadapi situasi banyak berjalan kaki, terlebih lagi ketika sudah memasuki musim haji. Jika ingin mengamalkan sunnah, ketika masuk Masjidil Haram, kita disunnahkan melakukan thawaf, dan bayangkan jika itu dilakukan di lantai paling atas (rooftop), dimana diamaternya lebih besar, maka akan semakin lama waktu kita berjalan kaki.

Untuk bagaimana langkah melakukan persiapan fisik ini juga susah saya jelaskan ya, karena saya juga kurang tahu apakah yang saya lakukan waktu itu benar atau tidak, karena saya toh juga bawa oleh-oleh batuk dari sana 😊. Tapi yang paling penting adalah menjaga pola hidup sehat, mulai dari makanan, minuman, serta olahraga. Nah, untuk terakhir ini agak susah buat saya, karena Sabtu dan Ahad ada saja agenda hingga malam. Palingan yang bisa saya lakukan adalah lari pagi mengejar jadwal bus atau kereta, semoga ini termasuk olahraga V^^.

Persiapan barang-barang

Ada banyak barang-barang yang perlu kita siapkan sebelum berangkat, agar ketika tiba di Saudi nanti kita sudah fokus beribadah. Dua di antara barang penting yang perlu kita bawa itu adalah mushaf kecil dan sajadah. Selain itu masih ada barang-barang penting lainnya yang akan saya jabarkan selanjutnya.

Berikut saya uraikan secara umum tentang barang-barang yang dibawa, yang kemudian saya bagi menjadi tiga, yaitu pakaian, alat mandi dan mencuci, makanan atau cemilan, barang tambahan, dan uang. Serta juga akan saya bahas tips memgemas barang bawaan.

Pakaian

Nah untuk persiapan barang-barang ini antara lelaki dan perempuan agak sedikit berbeda pada soal pakaian, karena lelaki saat ihram hanya memerlukan dua lembar kain yang menutupi bagian atas dan bawah, sementara perempuan bisa mengenakan pakaian seperti biasa.

Untuk kain ihram bagi lelaki saya sarankan cukup bawa dua pasang saja. Satu dipakai untuk umrah, kemudian bisa dicuci dengan sabun tak berwangi. Yang satunya lagi bisa digunakan untuk mengganti saat berada di Mina (kalau-kalau tak memungkinkan mencuci di sana). Jangan lupa membawa ikat pinggang jenis apapun untuk mengencangkan ikatan kain ihram.

Untuk pakaian mungkin bisa dibagi untuk pakaian selama di hotel dan pakaian untuk sholat. Sebaiknya jangan terlalu banyak supaya tidak terlampau berat bawaan. Jangan lupa juga bawa celana dalam, karena celana dalam bisa dipakai setelah ihram dilepas (lihat ketentuan di gambar pertama). Oh ya sangat disarankan untuk memilih pakaian 100% dari katun, agar keringat terserap. Bagi perempuan sebaiknya memilih warna baju yang tidak mencolok, mungkin bisa memilih baju dengan satu warna, seperti hitam, cokelat, atau putih. Supaya tidak tampil beda saat berada di sana nanti.

Selain itu perlu bawa sendal yang bagus, yang tidak menutupi mata kaki. Kenapa harus bagus? Agar nanti sendalnya tidak cepat rusak atau menipis ketika menginjakkan kaki di panasnya tanah Saudi. Jangan lupa selalu memakai sandal, jika hilang maka belilah yang baru di sana. Sangat berisiko jika berjalan di teriknya matahari tanpa alas kaki.

Alat mandi dan mencuci

Seperti telah saya jelaskan sebelumnya bahwa kita dilarang menggunakan wangi-wangian ketika ber-ihram. Artinya sabun mandi, odol (sikat giginya jangan lupa), sabun cuci kain ihram (sikatnya jangan lupa), deodorant (jika perlu), cream anti UV, pelembab muka, dsb tidak boleh mengandung aroma wangi-wangian. Mengapa saya tidak memasukkan shampoo? Karena jika ingin mengikuti sunnah nabi, rambut dibotakkan saat tahalul. Nah, buat apa shampoo jika rambut tidak ada.

Untuk kasus saya, saya mendapatkan sabun tidak berbau dari Mian Travel, jadi saya tidak perlu beli lagi. Untuk odol yang tidak berasa dan tidak berbau ini saya beli di toko bayi Nishi Mats***. Sementara deodoran yang tidak berbau saya beli di Dai** dan sabun cuci pakaian saya beli di Amaz**. Selain itu perlu juga membawa sabun, odol, parfum ataupun deodoran yang mengandung wewangian untuk dipakai saat mandi sebelum berpakaian ihram atau pun setelah ihram. Saran saya sebaiknya memilih sabun batangan supaya bisa ditaruh di kabin pesawat.

Jangan lupa juga membawa handuk besar dan handuk kecil. Handuk besar untuk mandi dan handuk kecil untuk membersihkan keringat saat bepergian. Tapi ingat handuk kecil ini jangan ditempelkan di kepala saat dalam keadaan berihram.

Makanan atau cemilan

Ini juga sangat penting untuk dibawa terutama saat awal-awal tiba di Saudi. Cerita saya pada catatan selanjutnya akan melihatkan bagaimana pentingnya membawa cemilan ini, karena kita sering kali menunggu hingga berjam-jam tanpa ada kejelasan, jadi kalau membawa makanan atau cemilan setidaknya dapat mengganjal rasa lapar. Sebelum berangkat saya dibekali rendang 1 kg yang dibagi menjadi dua bungkus. Rendang ini baru saya makan di akhir-akhir musim haji, saat banyak orang tak lagi kuat untuk makan makanan di Saudi.

Barang tambahan

Barang tambahan ini juga sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji dan umrah nanti. Beberapa barang tambahan ini yang saya anggap penting adalah: masker yang mempunyai rongga, supaya tidak sesak antara mulut dan hidung, kemudian kaca mata hitam anti UV, payung anti UV, alat potong listrik portable untuk tahalul, alat cukur tajam (seperti Gillat*) yang safety untuk membuat rambut benar-benar habis, alat potong kuku, hanger, tali untuk membuat jemuran, serta penjepit untuk jemuran.

 

Oh ya jangan lupa juga bawa botol minuman dan botol penyemprot. Botol minuman diperlukan untuk kita mengisi air zam zam. Sebenarnya bisa juga digunakan botol air mineral yang sering diberi gratis oleh dermawan-dermawan di jalanan menuju Masjidil Haram. Botol penyemprot digunakan untuk menyemprot wajah atau rambut yang kenapasan. Juga diperlukan tas sandal yang biasanya didapat dari travel agency.

Yang tak kalah penting adalah power bank, charger serta konektor untuk menggunakan alat elektronik yang kita bawa. Untuk saya, saya membeli konektor banyak ragam, sehingga bisa juga digunakan di tempat lain. Juga perlu dibawa obat-obatan pribadi. Yang lazim dibawa adalah obat batuk, obat demam, obat flu, dan obat sakit tenggorokan. Karena itu penyakit umum yang muncul saat musim haji. Tapi tidak ada salahnya membawa obat-obatan lain yang dirasa perlu, terutama yang punya riwayat penyakit khusus dengan obat khusus pula.

Uang

Kira-kira berapa ya bawa uang pegangan di sana? Ini pertanyaan penting saya tahun lalu sebelum berangkat. Maklum ini kali pertama saya beribadah haji. Untuk saya, 500 riyal (sekitar 14,000 yen) saja sudah cukup. Ini sudah termasuk untuk membeli oleh-oleh, seperti baju lelaki, baju perempuan, kurma, aksesoris-aksesoris khas Saudi untuk keluarga di Bandung, Rangkas, Pekanbaru, serta teman-teman di Jakarta dan Tokyo. Kok bisa? Ya bisa, Insya Allah akan saya bahas di catatan paling akhir tentang tips berbelanja ini, karena kan niat kita ke Saudi untuk beribadah, bukan untuk belanja.

Harus dicatat ya kenapa bisa habis hanya 500 riyal, karena saya tidak sering beli makanan selama di Saudi (karena makan selalu dengan makanan yang disediakan travel agency). Lalu semua barang-barang sudah saya siapkan sebelum tiba di Saudi, sehingga tidak perlu beli-beli lagi di sana. Serta yang paling penting tidak perlu lagi membayar denda sebagai konsekuensi Haji Tamattu. Untuk membayar denda ini kita perlu merogoh kocek sekitar 450 riyal.

Setelah penjelasan persiapan barang-barang selesai. Diperlukan tips untuk mengemas barang-barang ini. Untuk mengemas barang-barang ini, saya membagi barang-barang tersebut di 1 tas (suitcase) ukuran besar untuk dimasukin ke bagasi pesawat, serta 1 tas (suitcase) ukuran kecil, 1 tas ransel, dan 1 tas selempang kecil untuk masuk di kabin pesawat. Suitcase besar berisi barang-barang cair yang telah dikemas dalam plastik agar tak tumpah kemana-mana ketika kemasannya rusak, 1 pasang pakaian ihram serta perlengkapan lainnya. Suitcase kecil saya isi 1 pasang ihram, sabun batangan yang wangi dan tidak wangi, odol yang wangi dan tidak wangi, sepasang pakaian (baju dan celana) plus celana dalam, sikat gigi, parfum kecil (5 mL), sisir, ikat pinggang, serta plastik-plastik bersih untuk pembungkus kain basah atau kain kotor. Sementara ransel berisi makanan cemilan yang tak berat, sehingga memudahkan kita bergerak. Juga charger, power bank dan konektor, serta sandal jangan lupa disimpan di tas ransel atau bisa juga di tas selempang. Sementara tas selempang berisi dokumen penting, seperti passport (plus visa), surat keterangan vaksin dari dokter, uang, tiket pesawat, serta boarding pass. Dan sebagai catatan sebaiknya bagi pasutri yang bepergian bersamaan, barang di simpan pada tas masing-masing.

Kenapa hal ini juga menjadi penting untuk diperhatikan? Sebab pertama, bagi yang langsung umrah ketika tiba di Jeddah, maka disunnahkan untuk bisa mandi dan menggunakan wewangian sebelum mengenakan ihram. Sementara jika barang-barang untuk mandi ini kita letakkan semua di tas besar, tentunya akan sangat sulit bisa kita ambil saat transit. Kedua, juga ada kemungkinan tas kita yang masuk ke bagasi pesawat hilang atau tidak ketemu saat pertama kali tiba di Saudi. Maka setidaknya ada barang-barang penting yang bisa kita gunakan saat pertama kali mendarat di Saudi. Selain itu juga yang ketiga, ada pengalaman calon jamaah haji yang saat check in cemilan dan makanan yang diletakkan di dalam tas besar diperiksa dan tidak boleh dibawa oleh maskapai. Jadi penting untuk meletakkan dalam tas kabin.

Persiapan batin

Seperti yang telah disebutkan pada awal tulisan ini, bahwa kita dilarang untuk berdebat apalagi bertengkar selama ber Ihram, maka menjadi penting juga kita membersihkan hati dari segala rasa hasad, dengki, serta penyakit hati lainnya. Perbanyak juga sabar. Karena situasi di Saudi nanti sangat banyak memancing emosi (bisa dibaca pada tulisan saya selanjutnya).

Biasakan untuk mudah memberi maaf orang lain, mungkin bisa dengan orang terdekat. Dengan suami atau istri, pun juga dengan anak-anak. Ketika mereka membuat kesalahan, usahakan mengontrol emosi untuk tidak marah. Bukankah sesuatu itu menjadi biasa karena dibiasakan. Berharap menjaga hati ini semakin kuat ketika nanti telah kembali dari tanah suci dengan mendapatkan haji yang mabrur. Aamiin.

 

Diselesaikan di Minami Osawa, 29 Jumadil Awal/15 February 2018

One Reply to “Catatan perjalanan haji: Persiapan diri dan hati (Bagian 3)”

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Pak, sy putra dari Jakarta.
    Sy lihat tulisan bapak tentang Haji. sy tertarik dg skema perjalannya dan catatannya. dan sy ingin mencetaknya dan membagikan ke teman2.
    Karena ukuran filenya kecil, waktu diperbesar gambar jadi kabur.
    Apakah Bapak bisa mengirimkan File ” skema perjalanan haji dan skema catatannya” yg bapak buat untuk sy cetak untuk keperluan haji..
    File bisa dikirimkan ke email : rentang_putra@yahoo.com

    Atas bantuan bapak sy ucapkan terimakasih banyak karena hal ini sangat membantu.

    Wassalammualaikum wr wb.

    M. Putra
    HP / WA : 0812.1048.3030

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *