Urusan Pasca Kelahiran Anak di Jepang

Selamat kami ucapkan kepada pembaca yang baru saja bergembira dengan kelahiran anak yang dinanti. Semoga tumbuh sehat dan kelak menjadi manusia yang bermanfaat di zamannya. Aamiin. Nah, bagi pasangan suami istri (baca: pasutri) yang melahirkan di Indonesia mungkin urusan pasca kelahiran tidak terlampau susah. Bisa dengan mudah bertanya dengan tetangga ataupun kerabat yang sudah berpengalaman mengurus. Tidak ada kendala baik dari segi bahasa maupun memahami aturan-aturan yang berlaku. Kalaupun susah mungkin terkait dengan birokrasi yang harus dihadapi.

Lain cerita bagi kami ataupun orang lain yang tinggal di negara di luar Indonesia, tidak hanya aturan Indonesia saja yang harus diikuti, aturan negara setempat juga menjadi bagian penting untuk dipatuhi jika tidak mau dideportasi. Mau bertanya kadang juga susah, karena orang Indonesia tinggal di sini berjauhan dan tidak semua sudah berkeluarga dan pengalaman mengurus urusan kelahiran. Tulisan ini mencoba membantu (saya) untuk mengingat hal-hal penting apa saja yang harus diurus setelah melahirkan di Jepang.

Hamzah usia dua hari

Continue reading “Urusan Pasca Kelahiran Anak di Jepang”

Terancam Lahir Prematur

Menikah dan kemudian memiliki keturunan adalah impian banyak orang. Tapi sayangnya banyak juga orang yang belum bisa meraih mimpi itu hingga kini dengan berbagai faktor dan alasan. Namun saya tidak dalam rangka membahas faktor dan alasan itu dalam tulisan ini. Hanya doa dan harapan yang bisa saya sampaikan untuk setiap orang yang saat ini sedang berikhtiar meraih dua mimpi itu. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Maha Pemberi.

Tulisan ini berkisah tentang kelahiran putra pertama saya, Harun, yang terancam lahir prematur. Pengertian prematur sendiri merujuk kepada kelahiran pada usia bayi belum sempurna. Biasanya bayi dikatakan lahir normal jika kelahiran terjadi pada usia kehamilan di atas 37 minggu.

Harun yang terus tumbuh besar. Semoga kelak jadi anak sholeh nak. Aamiin

Continue reading “Terancam Lahir Prematur”