Uang Kami Bisa Membeli

Semakin ke sini hidup semakin mudah. Teknologi terkini digadang gadang mampu memenuhi tuntutan kebutuhan yang terus bertambah. Bayangkan saja hanya bermodalkan sentuhan di layar smartphone (dan tentunya paket data dan saldo di aplikasi), makanan datang terhidang. Pun begitu dengan bepergian, bisa pergi dan pulang tanpa perlu antre bis apalagi angkot yang sebagian besar sudah berumur. Intinya hidup menjadi dipermudah. Jadi tak salah jika ada anggapan, jika uang ada, maka semua bisa dibeli. Apa pun itu. Iya apa pun itu. Hidup menjadi nyaman tanpa beban.

Ilutsrasi lokasi perbelanjaan tradisional di sudut Tokyo

Continue reading “Uang Kami Bisa Membeli”

Terancam Lahir Prematur

Menikah dan kemudian memiliki keturunan adalah impian banyak orang. Tapi sayangnya banyak juga orang yang belum bisa meraih mimpi itu hingga kini dengan berbagai faktor dan alasan. Namun saya tidak dalam rangka membahas faktor dan alasan itu dalam tulisan ini. Hanya doa dan harapan yang bisa saya sampaikan untuk setiap orang yang saat ini sedang berikhtiar meraih dua mimpi itu. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Maha Pemberi.

Tulisan ini berkisah tentang kelahiran putra pertama saya, Harun, yang terancam lahir prematur. Pengertian prematur sendiri merujuk kepada kelahiran pada usia bayi belum sempurna. Biasanya bayi dikatakan lahir normal jika kelahiran terjadi pada usia kehamilan di atas 37 minggu.

Harun yang terus tumbuh besar. Semoga kelak jadi anak sholeh nak. Aamiin

Continue reading “Terancam Lahir Prematur”