Lelaki Harus Bisa Memasak

Well. Tak bisa dipungkiri bahwa saya benar-benar hampir melupakan rumah ini. Lagi-lagi, ini perihal sepele. Lupa. Kadang saya juga berpikir apa pasal saya bisa lupa, karena toh pekerjaan saya belakangan ini tak sebanyak sewaktu mahasiswa S1 dulu. Hmm, entahlah. Setidaknya saat ini saya ingin berbagi cerita tentang keahlian masak saya yang ingin selalu ditingkatkan. For what?

Berbicara masalah memasak, mungkin termasuk masalah sepele bagi kaum hawa. Dalam konteks ini, saya tidak ingin membahas tentang calon ibu yang tak bisa memasak, karena itu sungguh t e r l a l u. Saya hanya ingin berbagi tentang begitu beratnya tugas para wanita, terutama dalam hal memasak. Kenapa demikian?

masakan saya V^^

Beberapa minggu belakangan ini saya sangat intensif memasak. Jika tidak masak, maka saya tak akan bisa makan dan memenuhi energi tiap hari. Tentu, tak ayal kesehatan dipertaruhkan jika ini terjadi. Saya senang memasak sudah sejak lama. Semenjak saya bermukim di Jakal Km 18,5 Jogja, saya mendapatkan pengalaman baru tentang dunia masak-memasak, kombinasi Sumatera-Jawa-Sulawesi. Dalam hal ini saya harus berterimakasih atas kebaikan Pak Charles, Pak Jusman, dan Bang Adi, yang mungkin tak akan saya temui lagi ketika saya kembali ke Jogja. Harapannya sih masih bisa ketemu, tapi tentunya masa studi kedua bapak akan bertambah. Maafkan saya. 🙂 Continue reading “Lelaki Harus Bisa Memasak”